Sahabat Oto… Dalam sebuah kendaraan, busi menjadi salah satu elemen penting dalam mesin sebagai pemantik api di ruang bakar. Karena bekerja di dalam ruang pembakaran, maka besi sangat rentan terhadap tekanan dan suhu tinggi. Kalau tidak dijaga dan dirawat, komponen ini riskan rusak dan tak berfungsi.

Ketika busi kehilangan fungsinya, tentu akan mengganggu kinerja mesin dan tentu saja lebih jauh akan mengganggu aktifitas kita sehari-hari ketika kita akan menggunakan mobil kesayangan.

Salah satu masalah pada busi yang sering muncul diantaranya adalah busi menjadi hitam dan basah, berubahnya busi menjadi hitam dan basah bukan karena lokasinya yang berada di ruang bakar, namun ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan busi menjadi hitam dan basah yang tentu saja kondisi ini tidak bagus untuk proses pembakaran di dalam ruang bakar.

Filter udara kotor

Penyebab busi mobil hitam dan basah salah satunya bisa disebabkan karena fungsi filter udara mobil yang kotor. Kondisi ini sangat mungkin terjadi apabila Sahabat Oto tidak rutin merawat dan mengecek kondisi komponen di dalamnya. Kalau debu dan kotoran sudah lama menumpuk, maka keduanya akan membentuk gumpalan yang mengendap di permukaan filter dan menjadi penghalang bagi udara untuk masuk ke intake. Pada akhirnya, tingkat vakum pada karburator pun semakin besar akibat saluran intake yang tersumbat. Untuk mengatasi hal tersebut cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan segera membersihkan filter udara agar udara yang masuk ke ruang bakar menjadi lancer

Terlalu banyak bahan bakar

Dalam takaran Air Fuel Ratio (AFR), perbandingan bahan bakar dengan udara adalah 1:14. Saat udara berada di level lebih rendah daripada 14, maka saat itulah kondisi “banjir” bahan bakar terjadi. Mungkin bagi mesin, kondisi pasokan bahan bakar berlebih ini tidak terlalu berpengaruh. Namun, hal ini dapat membuat penggunaan bahan bakar lebih banyak. Selain itu, busi pun akan basah hingga menyebabkan terganggunya sistem pengapian. Kondisi terlalu banyak bahan bakar biasanya lebih banyak terjadi pada kendaraan yang masih menggunakan system karburator dalam proses pengkabutan bahan bakarnya.

Terjadi rembesan Oli

Oli mesin merembes menjadi penyebab selanjutnya yang menjadi penyebab busi mobil hitam dan basah. Kebocoran oli sendiri bisa dikarenakan berbagai hal, mulai dari boring tergores, seal klep bocor, piston aus, dan ring piston mulai melemah. Akibatnya, pembakaran pun ikut tercampur dengan oli yang menghasilkan knalpot keluar asap putih. Ketika kondisi ini terjadi, Sahabat Oto perlu memperbaiki bagian piston. Akan jauh lebih baik bila mobil dibawa ke bengkel agar bisa dilakukan pengecekan menyeluruh.

Bahan bakar tidak sesuai spesifikasi

Bahan bakar yang tak sesuai spesifikasi mesin juga bisa jadi penyebab busi mobil hitam dan basah. Sahabat Oto harus memperhatikan kadar oktan dalam bahan bakar agar sesuai dengan standar acuan pabrik. Misalnya, jika tertulis kompresi mesin 9,0:1, maka Sahabat Oto bisa menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan minimal 88 sampai 90. 
Lalu, apabila tertulis kompresi 10-11:1, maka wajib menggunakan bahan bakar berkadar oktan 92. Jangan sampai mengisi mobil dengan bahan bakar yang kandungan oktannya di bawah angka yang disarankan karena kondisi ini bisa menimbulkan terjadinya kerak karena bahan bakar tidak terbakar sempurna yang akhirnya membuat busi menjadi basah dan hitam.

Busi tidak sesuai spesifikasi mobil 

Mesin berperforma tinggi jelas butuh busi berkualitas andal. Kalau kualitas mesin bagus tapi busi tidak mumpuni, hasilnya pembakaran di dalam mesin pun jadi tak maksimal. Busi kualitas rendah yang dipakaikan pada mesin performa tinggi akan menyebabkan api keluar terlalu kecil dan kurang dari kebutuhan mesin. Pembakaran pun jadi tidak optimal dengan meninggalkan sisa di elektroda busi. Hasilnya, kondisi ini jadi penyebab busi mobil hitam dan basah.