Grazie Vale! Valentino Rossi Resmi jadi Legenda MotoGP

Setelah gelaran balap MotoGP di Valencia rampung, Valentino Rossi resmi pensiun dari profesinya sebagai pembalap MotoGP. Dengan resminya Valentino Rossi memarkir motornya, namanya langsung dimasukkan dalam MotoGP Hall of Fame dan sekarang statusnya adalah legenda MotoGP.

Dorna Sports tak mau menunggu lama mentahbiskan gelar tersebut kepada The Doctor atas peran besarnya di dunia balap motor.

Penobatan ini dilakukan langsung pada seremonial FIM MotoGP Awards, hari Minggu malam waktu Valencia (14/11).

Padahal beberapa mantan pembalap harus menunggu berbulan-bulan hingga kadang sampai bertahun-tahun sebelum dinobatkan sebagai legenda.

Rossi bergabung dengan beberapa nama pensiunan yang sudah jadi legenda duluan, seperti Giacomo Agostini, Mick Doohan, Geoff Duke, Wayne Gardner, Mike Hailwood, Daijiro Kato, Eddie Lawson, Anton Mang, Angel Nieto, Wayne Rainey, Phil Read, Jim Redman, Kenny Roberts, Jarno Saarinen, Kevin Schwantz, Barry Sheene, Marco Simoncelli, Freddie Spencer, Casey Stoner, John Surtees, Carlo Ubbiali, Alex Criville, Franco Uncini, Marco Lucchinelli, Randy Mamola, Kork Ballington, Dani Pedrosa, Max Biaggi, Jorge Lorenzo, Stefan Dorflinger, Jorge ‘Aspar’ Martinez, dan Nicky Hayden

The Doctor berkarier sebagai pembalap di Grand Prix jauh lebih lama dari semua nama legenda di atas, yakni selama 26 tahun.

Rossi pernah menjinakkan raungan mesin 2-tak dari kelas 125 cc, 250 cc, hingga 500 cc.

Pria 42 tahun, yang dulu kerap bersandingan dengan Komeng kala membintangi iklan untuk salah satu brand motor ini, bahkan juga pernah merasakan pergantian era mesin dari 2-tak ke 4-tak, termasuk juga beberapa kali pergantian mesin selama era modern MotoGP.

Selama kariernya yang panjang tersebut, Rossi telah meraih 9 gelar juara di semua kategori, 115 kemenangan dengan total 235 kali naik podium.

Jumlah gelar dan kemenangan sebenarnya bukan jadi patokan prestasi The Doctor.

Jasanya lebih dari itu, tidak bisa dipungkiri nama MotoGP menjadi besar dalam 26 tahun terakhir karena karisma seorang Valentino Rossi.

“Satu-satunya hal yang bisa kukatakan kepada Vale adalah terima kasih banyak. Sungguh luar biasa sejak 1997 di Malaysia, kami melihat seorang pria melakukan balapan yang fantastis tetapi juga sangat istimewa karena banyak alasan. Kami mulai berbicara dengannya saat itu dan sejak saat itu, semua yang telah kami lakukan bersama, dengan semua orang yang bekerja di MotoGP, sungguh luar biasa,” ungkap CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta.

“Pertama-tama Valentino telah menjadi pembalap yang luar biasa, bahkan kemarin pada usia 42 tahun, dia hanya tertinggal tipis dari Fabio. Juga kepribadiannya, dia membantu kami membuat Safety Comission, itu adalah sesuatu yang sangat istimewa. Ini semua kata-kata yang bisa kukatakan. Grazie, Valentino,” jelas Ezpeleta.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top