Beda Warna Kemasan, Air Aki Punya Fungsi yang Berbeda

Sahabat Oto….. Salah satu jenis aki yang banyak digunakan dan dijual dipasaran adalah aki basah. Berbeda dengan aki kering, aki basah memiliki ciri utama yang bisa dikenali yaitu adanya cairan di dalam aki yang lambat laun akan menyusut ketika aki tersebut digunakan.

Agar kualitas aki tetap terjaga, maka kualitas dan kuantitas air aki harus tetap terjaga. Ketika air sudah ada di bawah ambang batas normal, maka sahabat oto harus segera menambahkannya.

Terdapat dua jenis cairan aki yang dijual, meskipun warna airnya sama yaitu bening, namun memiliki kemasan yang berbeda yaitu ada yang memiliki warna merah dan biru yang tentu saja memiliki peruntukan yang berbeda meskipun keduanya sama-sama untuk aki.

Pembeda kedua jenis cairan aki ini adalah berdasarkan pada zat yang terkandung di dalamnya. Pada cairan yang kemasannya merah atau juga disebut dengan aki zuur, terkandung asam sulfat (H2S04) yang mengandung elektrolit, yaitu zat yang dapat menyimpan serta menghantarkan listrik.

Oleh karena zat yang dapat menyimpan dan menghantarkan listrik itulah aki jenis ini yang harus dipakai untuk aki pertama. Biasanya, masing-masing pabrikan sudah punya formula H2S04-nya sendiri.

Sementara, air berkemasan biru dipakai untuk menambah volume. Beda dengan yang merah, air ini pada dasarnya adalah air yang sudah mengalami demineralisasi sehingga tidak mengandung logam sama sekali. Air jenis ini tidak akan menambah berat jenis H2SO4 yang masih tersisa.

 

Karena kandungan yang dimiliki oleh kedua jenis air aki ini berbeda tentu memiliki sifat yang berbeda, cairan aki warna merah bisa dibilang cukup berbahaya karena jika terkena kulit akan dapat membuat gatal-gatal dan jika terkena kain akan menyebabkan kain menjadi rusak.