SHARE

Berbicara soal perawatan sistem pengereman tidak hanya sekedar mengganti kampas rem saja. Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah cairan rem. Pada dasarnya, cairan rem mempunyai sifat higroskopis yaitu, kemampuan untuk dapat menyerap molekul air. Lalu kenapa cairan rem harus bersifat higroskopis?

Musuh terbesar dari cairan rem adalah air, saat melintasi genangan air, menerjang banjir ataupun pada saat mencuci mobil bahkan siklus panas dan dingin di malam hari juga mampu menimbulkan embun air di dalam sistem rem. Sangat mungkin air akan masuk ke dalam sistem pengereman, sifat higroskopis daripada cairan rem akan menyerap molekul molekul air yang masuk. Sebaliknya, jika cairan rem tidak memiliki kemampuan menyerap molekul air maka molekul air tersebut akan hinggap pada komponen-komponen sistem pengereman dan menghasilkan korosi dan berpotensi membuat sistem rem bocor ataupun macet.

stp-brake-fluid
Musuh terbesar dari cairan rem adalah air, saat melintasi genangan air, menerjang banjir ataupun pada saat mencuci mobil bahkan siklus panas dan dingin di malam hari juga mampu menimbulkan embun air

Tetapi, sifat higroskopis ini juga dapat bersifat negatif. Ketika cairan rem bersenyawa dengan air, titik didih daripada cairan rem akan menjadi turun. Padahal kinerja sistem pengereman, sangat bergantung pada kemampuan cairan rem menjaga titik didih yang tinggi agar terhindar dari mendidih karena panas yang dapat memunculkan gelembung udara. Gelembung udara ini sangat berbahaya karena dapat mengurangi kemampuan cairan rem untuk menyalurkan tekanan yang mendorong kampas rem sehingga terjadilah “angin palsu” yang nantinya akan membuat tekanan pada kampas rem tidak maksimal.

dr-oto-artikel-minyak-rem
cairan rem menjaga titik didih yang tinggi agar terhindar dari mendidih karena panas yang dapat memunculkan gelembung udara.

Ketika cairan rem berkurang, ada kemungkinan cairan rem sudah mulai mengandung kadar air yang tinggi yang membuat cairan rem mulai menguap. Oleh karena itu, janganlah hanya sekedar menambah cairan rem,  mengganti atau menguras cairan rem sangat perlu dilakukan agar kinerja sistem pengereman selalu optimal. Kapan harus mengganti minyak rem? Minimal setiap dua tahun atau 40.000 KM minyak rem harus diganti atau dikuras, karena setidaknya terdapat kandungan air sebanyak dua hingga tiga persen pada cairan rem yang telah dipakai selama dua tahun. Jika terus dibiarkan, kandungan air akan terus bertambah dan titik didih nya pun akan terus menurun.

Master rem yang kotor juga disinyalir dapat menjadi penyebab keruhnya cairan rem, hal ini diakibatkan oleh korosi yang timbul dikarenakan kotoran dan air masuk melalui karet karet seal terlebih lagi jika karet seal sudah mengeras dan menyusut, kotoran akan lebih mudah masuk sehingga, cairan rem akan tampak kotor dan keruh. 

Jika gejala gejala tersebut sudah tampak pada cairan rem mobil Anda. Sebaiknya Anda segera melakukan konsultasi dengan bengkel andalan Anda untuk melakukan pengurasan. Cairan rem yang berkualitas dan sesuai dengan rekomendasi ATPM bagi kendaraan Anda sangatlah dibutuhkan sekarang ini sudah banyak tersedia berbagai jenis cairan rem. 

dr-oto
Jika gejala gejala tersebut sudah tampak pada cairan rem mobil Anda. Sebaiknya Anda segera melakukan konsultasi dengan bengkel andalan Anda untuk melakukan pengurasan.

Dan jika Anda menginginkan performa pengereman yang lebih maksimal, STP Brake Fluid solusinya. Cairan rem dengan ActivGard Technology mampu menjaga dan melindungi seal karet di sistem pengereman agar tidak mudah mengeras karena dirancang untuk melampaui Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun Standar Internasional seperti Federal Motor Vehicle Safety Standard (FMVSS) No.116, SAE J1703, SAE J1704 dan ATPM. Tidak hanya itu ActivGard Technology juga melindungi piranti pengereman pada mobil Anda dari bahaya karat dan korosi. 

Tersedia STP Brake Fluid varian DOT 3 dan DOT 4 dengan ActivGard Technology yang mampu menjaga boiling point diatas standar minimal. Jadi, jangan sembarangan pilih minyak rem, karena keselamatan Anda dan pengguna jalan lain sangatlah penting. Saatnya Anda beralih ke yang Lebih Pakem, Awet dan Aman.

Tersedia STP Brake Fluid varian DOT 3 dan DOT 4 dengan ActivGard Technology yang mampu menjaga boiling point diatas standar minimal.




SHARE
Previous articleHUT ke 7 Ertiga Club Indonesia (ERCI) Tangerang
Next articleSpray Wax
Dokter OTO
DR OTO CLUB, merupakan media online yang mambahas tentang tip dan trik seputaran otomotive, serta mengulas produk – produk berkualitas yang berhubungan dengan dunia otomotive, mulai produk untuk mesin, bodi interior dan interior.

Tinggalkan Pesan