SHARE

CARA MERAWAT & MENGURAS RADIATOR

cewek_pSobat Otomania kali ini Dr. OTO akan memberikan tips merawat radiator mobil. Radiator merupakan organ vital pada mobil karena fungsinya sebagai penstabil suhu & pembuang panas dari mesin, hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Klik READ MORE untuk membaca artikelnya!

  • Mesin bekerja maksimal pada suhu tertentu, responsibilitas mobil akan berkurang apabila suhu mesin terlalu rendah atau terlalu tinggi yang menyebabkan boros BBM dan radiator bertugas mengatur suhu mesin tersebut dibantu thermostat, apabila suhu mesin rendah maka thermostat akan menutup sampai panas mesin mencapai suhu normal yang dibutuhkan mesin dan apabila panas mesin melebihi suhu normal maka thermostat akan membuka, dengan demikian air dalam radiator akan mengalir kedalam water jacket pada mesin.
  • Proses sistem pendingin mesin pada mobil adalah sbb: ketika panas mesin naik maka katup thermostat membuka sehingga air dalam radiator akan mengalir dalam celah-celah water jacket untuk menyerap panas, mesin akibat gesekan & pembakaran dengan demikian air otomatis menjadi panas, air dipompa oleh waterpump untuk dialirkan kembali masuk kedalam radiator yang memiliki kisi-kisi ,agar hembusan angin dari fan dapat dengan cepat mendinginkan air dalam radiator dan kembali mengalirkan air yang telah didinginkan tersebut kembali kedalam celah-celah saluran water jacket pada engine, demikian terus-menerus dan ketika air dalam radiator berkurang maka otomatis katup pada tutup radiator terbuka sehingga air dipenampungan akan masuk kedalam radiator demikian pula apabila terjadi tekanan suhu yang berlebih katup tersebut akan membuka dan dialirkan kedalam tabung penampungan air radiator

OVERHEAT

Overheat terjadi umumnya disebabkan oleh:

  • Radiator berkarat & korosi.
    Radiator yang hanya menggunakan air saja sebagai media penyerap panas umumnya akan berkarat dan endapan air yang melekat pada dinding saluran air pada engine jacket akan mengurangi kemampuan air menyerap panas dan akan membuat keropos alumunium, tembaga & metal yang merupakan material dasar radiator dan saluran sistem pendingin mesin dengan demikian maka panas mesin akan naik melebihi batas normal.

    Salah satu cara sederhana membuktikannya adalah sbb:
    Masukkan paku dalam wadah tertutup (botol) diamkan 1 minggu maka paku akan berkarat dan air akan keruh karena endapan, bayangkan hal tersebut apabila terjadi pada mobil kita, untuk menghindari hal itu terjadi pada mobil yang kita miliki, kita harus rajin menguras setiap 2 minggu sekali atau kalau kita tidak punya waktu untuk itu gunakan cairan radiator coolant yang sudah terbukti kualitasnya (Hati-hati memilih cairan coolant karena banyak beredar cairan coolant yang ternyata hanya air biasa yang diberi pewarna atau cairan coolant yang tidak standar sehingga merugikan konsumen) saran Dr. OTO gunakan cairan coolant merek Prestone karena kualitasnya dapat dipertanggung jawabkan.

  • Volume air dalam radiator berkurang.

  • Waterpump lemah sehingga sirkulasi air lambat yang menyebabkan pembuangan panas terlambat.

  • Adanya kebocoran pada sistem pendingin baik pada radiator, karet penghubung radiator & engine atau pada water Jacket adapun cirinya sbb:
    1. Kebocoran / rembesan pada radiator atau selang penghubung berciri:
      Air pada tabung sering kurang dan radiator tampak basah dan pada pagi hari terdapat bercak cairan radiator di lantai. (Cairan coolant umumnya berwarna terang dengan tujuan agar apabila terladi kebocoran akan mudah terdeteksi) untuk menghindari kebocoran pada selang penghubung ganti selang secara berkala sesuai petunjuk buku manual mobil terutama apabila selang terlihat retak-retak & getas (rapuh).
    2. Kebocoran / rembesan pada water Jacket engine  memiliki ciri sbb: air dalam radiator agak berminyak dan oli dalam mesin keruh dan agak keputih-putihan bertanda oli terkontaminasi air atau sebaliknya.

  • Fan / kipas pendingin lemah sehingga udara yang dihembuskan cendrung tidak stabil dan tidak dapat memenuhi kebutuhan radiator dalam melakukan proses pendinginan.

  • Thermostat sudah lemah / rusak  sehingga katup tidak  membuka atau lambat membuka  hal ini dapat berakibat air dalam engine jacket tidak dapat mengalir ke radiator untuk didinginkan begitu pula sebaliknya.

CARA MENGURAS RADIATOR:

Apabila akan melakukan pengurasan pada radiator yang perlu diperhatikan adalah sbb:

  1. Jangan membuka tutup radiator pada saat mesin dalam keadaan panas karena sangat berbahaya.

  2. Hati-hati membuka tutup kran pembuangan radiator yang umumnya terbuat dari plastic karena sering patah, untuk itu sebelum melakukan pengurasan ada baiknya Otomania mempersiapkan tutup kran pembuangan yang baru untuk berjaga-jaga, terutama pada kendaraan yang sudah lama tidak melakukan kuras radiator.

  3. Siapkan semua keperluan seperti tang, kain, obeng, cairan coolant, sikat botol, ember & gayung yang bersih dll. apabila menggunakan selang periksa kondisi kebersihan selang dengan demikian lumut & kotoran yang ada dalam selang tidak masuk kedalam radiator karena dikuatirkan dapat menyumbat celah radiator.

  4. Mesin dalam keadaan mati & dingin, tuas perseneling pada posisi netral dan rem tangan dalam keadaan aktif atau terangkat.

PROSES KURAS RADIATOR:

  1. Buka tutup kran pembuangan radiator yang berada dibagian bawah radiator biarkan air keluar dan terbuang selanjutnya buka tutup radiator bagian atas, bersihkan tabung cadangan air radiator.

  2. Setelah semua air dalam radiator terbuang, tutup kran bawah radiator dan isi radiator dengan air bersih, apabila menggunakan Radiator Flush (Formula pencuci khusus radiator) tuang terlebih dulu cairan radiator flush setelah itu tuang air bersih hingga penuh kemudian tutup radiator.

  3. Start mesin biarkan dalam posisi stasioner selama ± 15 menit selanjutnya matikan mesin diamkan hingga mesin agak dingin, kemudian buka tutup radiator, pastikan air dalam keadaan dingin dan buka tutup karan bawah untuk membuang air dalam radiator.

  4. Setelah radiator kosong tutup kembali kran pembuangan dan isi dengan air bersih hingga penuh dan start mesin dan biarkan dalam posisi stasioner serta tutup radiator dalam keadaan terbuka, kemudian matikan mesin buka tutup kran pembuangan dan setelah air dalam radiator kosong, tutup kembali kran pembuangan dan isi radiator dengan air bersih lakukan terus menerus hingga air dalam radiator terlihat bersih.

  5. Setelah air dalam radiator bersih, buka kembali kran pembuangan biarkan air dalam radiator terbuang hingga radiator kosong. Kemudian tutup kran pembuangan pastikan pada saat menutup kran pembuangan radiator tidak terlalu kencang tetapi tidak terlalu kendur. Selanjutnya isi radiator dengan Prestone Radiator Coolant baik yang siap pakai atau yang konsentrat, apabila otomania menggunakan yang siap pakai (Prestone Ready To Use Coolant), tinggal tuang hingga penuh tetapi apabila menggunakan yang konsentrat yaitu Prestone Radiator Super Coolant / Extended Life (perbandingan 2 liter coolant concentrate + air atau max 3 liter konsentrat + 1 liter air) setelah radiator penuh tutup radiator dan isi tabung cadangan dengan cairan sejenis hingga batas yang dianjurkan.

  6. Setelah semua siap start mesin ± 15 menit kemudian matikan mesin dan periksa bagian bawah radiator untuk memastikan tidak ada kebocoran pada kran pembuangan dan periksa tabung cadangan radiator untuk memastikan cairan radiator tidak berkurang, apabila berkurang tambahkan baik pada tabung cadangan maupun dalam radiator.


Demikian Tips Dr. OTO dan selamat mencoba.

Dr. OTO

Tinggalkan Pesan