Panas Berlebih Hilang, Kinerja Mesin Optimal

0
dr-oto-artikel-radiator

Mesin kendaraan atau alat heavy duty akan bekerja maksimal pada suhu tertentu, dan begitu pula performanya akan berkurang apabila suhu mesin terlalu rendah atau tinggi. Ketidakstabilan suhu ini akan menyebabkan gangguan mesin. Oleh karena itulah sistem radiator disematkan pada mesin. Namun seberapa pentingnya komponen radiator ini pada mesin?

Radiator sangat penting berfungsi dengan baik pada suatu mesin mobil, motor besar, truk, kendaraan proyek heavy duty dan bahkan pada genset karena fungsi radiator ini adalah untuk menstabilkan suhu sekaligus membuang panas berlebih atau engine overheat ketika mesin beroperasi. Radiator ini mutlak dibutuhkan pada mesin kendaraan di perkotaan yang sering macet ditambah cuaca panas yang membuat mesin semakin tersiksa panas.

Secara sederhana radiator bekerja ketika suhu kerja mesin mencapai suhu panas tertentu (yang sudah diatur oleh masing-masing pabrikan kendaraan) maka katup thermostat otomatis membuka dan cairan dalam radiator pun akan mengalir ke celah-celah pipa di mesin atau engine jacket untuk menyerap panas. Cairan itu kemudian dialirkan ke kisi-kisi radiator untuk didinginkan oleh kipas radiator. Setelah cairan kembali pada suhu yang diinginkan maka cairan tersebut dipompa untuk di distribusikan kembali ke engine jacket. Cara kerja ini terus menerus berjalan selama mesin hidup.

Terlepas dari komponen di sistem radiator, cairan radiator atau yang biasa dikenal dengan radiator coolant fungsinya sangat vital karena cairan inilah darahnya radiator yang menunjang kinerja mesin. Nah tentu akan berbahaya jika cairan ini tidak bekerja optimal terlebih dalam kondisi macet atau cuaca panas ekstrem karena disituasi tersebut tidak ada udara yang membantu membuang panas mesin. Kalaupun ada hanya tergantung pada kipas radiator. Jika situasi ini berlangsung terus maka akan merusak komponen sistem pendingin mesin.

Selain fungsinya sebagai media transfer panas dalam proses pendinginan mesin, cairan radiator juga berperan dalam memerangi korosi dan karat di komponen radiator. Jika salah satu komponen radiator terdapat karat seperti di thermostat atau pompa, tentu proses transfer cairan untuk mendinginkan mesin akan terhambat karena komponen tersebut tidak bekerja sehingga mesin pun akan mudah overheat. Pada kendaraan, overheat ini membuat kendaraan mogok dan tidak bisa dihidupkan.

Di pasaran, ada berbagai jenis cairan radiator yang dibuat berdasarkan kebutuhan situasi atau iklim dimana kendaraan atau mesin itu digunakan. Namun pada umumnya cairan radiator yang mudah ditemui adalah tipe siap pakai yang tanpa harus dicampur air terlebih dahulu.

artikel-dr-oto-radiator-coolant

Coolant siap pakai efektif mencegah overheating mesin karena sudah ditambahkan cairan etilen glikol yang mencegah cairan radiator membeku saat mesin mati dan mengurangi penguapan saat titik didih menaik sehingga memudahkan transfer cairan atau berotasi di sistem radiator. Selain itu terdapat anti buih yang memudahkan pompa bekerja lebih efisien serta terdapat juga aditif anti korosi dan karat.

Pilihan cairan radiator di pasaran tentu banyak tapi sebaiknya pilih coolant dari merek tepercaya yang memiliki aditif unggul karena hal ini akan membuat kinerja radiator bekerja optimal dan mesin terjaga suhunya terhindar dari panas berlebih. Namun yang tak kalah penting dari itu semua tentu kita harus selalu memperhatikan dan menjaga kondisi mesin dan radiator agar usia pemakaian lebih awet.

Share.

About Author

Dokter OTO

DR OTO CLUB, merupakan media online yang mambahas tentang tip dan trik seputaran otomotive, serta mengulas produk – produk berkualitas yang berhubungan dengan dunia otomotive, mulai produk untuk mesin, bodi interior dan interior.

Tinggalkan Pesan