SHARE

Pada dasarnya, minyak rem mempunyai kemampuan menyerap molekul air alias bersifat higroskopis, akibat sifat dasar ini kandungan air dalam minyak rem akan bertambah seiring berjalannya waktu. Jika air dalam minyak rem mendidih karena panas, dapat memunculkan gelembung udara. Gelembung udara ini sangat berbahaya karena dapat mengurangi kemampuan cairan rem untuk menyalurkan tekanan yang mendorong kampas rem sehingga terjadilah “angin palsu” yang nantinya akan membuat sistem pengereman menjadi tidak optimal. Padahal kinerja sistem pengereman, sangat bergantung pada kemampuan cairan rem dalam menekan kampas.

Minyak rem yang berkualitas dan sesuai dengan rekomendasi ATPM bagi kendaraan Anda sangatlah dibutuhkan. Sekarang ini sudah banyak tersedia berbagai jenis minyak rem. Ternyata, minyak rem juga memiliki kelasnya tersendiri seperti halnya pelumas mesin. Jika pelumas mesin dikenal dengan istilah SAE dan API, pada minyak rem kelas-kelasnya diberi istilah kode DOT. Apa itu DOT?

Minyak rem harus memenuhi persyaratan tertentu sebagaimana ditentukan dan diklasifikasikan oleh US Department of Transportation (DOT) yang mengeluarkan standarisasi seperti DOT 3, DOT 4, dan seterusnya. Sedangkan Society of Automotive Engineers (SAE) merilis J1703, J1704 yang melambangkan tinggi kinerja cairan rem.

Sedangkan di Indonesia sendiri DOT 3 adalah minyak rem yang paling umum dan populer digunakan pada kendaraan, sedangkan penggunaan DOT 4 masih belum sepopuler DOT 3. Yang membedakannya, zat yang terkandung dan titik didihnya. Untuk cairan rem DOT 4 titik didih minimal 230°C (dry boiling point), sementara DOT 3 minimal 205°C (dry boiling point). Pada saat kondisi basah, DOT 4 memiliki titik didihnya (wet boiling point) minimal 155°C dan untuk DOT 3 minimal 140°C. Pada komparasi diatas DOT 4 memang lebih baik. Dan dapat digunakan juga pada kendaraan dengan spesifikasi DOT 3 tapi, tidak berlaku sebaliknya.

Pada dasarnya, Minyak Rem DOT 3 dan DOT 4  terbuat dari polyglycol-ether. Namun terdapat zat tambahan di DOT 4 seperti borate dan lainya mampu menunjang performa pada sistem pengeraman dan juga sangat baik untuk kondisi panas maupun basah.

Dan jika Anda menginginkan performa pengereman yang lebih maksimal, STP Brake Fluid solusinya, cairan rem dengan ActivGard Technology yang dapat membuat piranti rem pada mobil Anda bekerja lebih optimal sekaligus menjaganya agar tetap awet karena dirancang untuk melampaui Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun Standar Internasional seperti Federal Motor Vehicle Safety Standard (FMVSS) No.116, SAE J1703 dan SAE J1704. Tidak hanya itu ActivGard Technology juga melindungi piranti pengereman pada mobil Anda dari bahaya karat dan korosi.

Tersedia varian DOT 3 dan DOT 4 dengan ActivGard Technology yang mampu menjaga boiling point diatas standarisasi minimal. So, jangan sembarangan pilih minyak rem gaes, karena keselamatan Anda dan pengguna jalan lain taruhannya. Saatnya Anda beralih ke yang Lebih Pakem, Awet dan Aman.

Tinggalkan Pesan